Nasional

Gempa Pacitan Guncang Laut Selatan Jawa Timur, BMKG Catat Magnitudo 6,4

Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital

Pacitan, Jatim – Gempa Pacitan kembali menjadi sorotan nasional setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan kuat berkekuatan magnitudo 6,4 yang terjadi pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026 pukul 01.06 WIB. Episentrum gempa berada di laut sekitar 89–90 kilometer Tenggara Pacitan pada kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer, sehingga guncangan terasa kuat di wilayah selatan Jawa Timur.

Guncangan Dirasakan Luas, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG dalam rilisnya menyatakan bahwa gempa tergolong sebagai aktivitas megathrust dangkal, yang sumbernya berkaitan dengan pergerakan tektonik lempeng di zona subduksi selatan Jawa. Meskipun kekuatannya signifikan, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami berdasarkan parameter kedalaman dan mekanisme sumber yang diidentifikasi.

Sejumlah warga di Pacitan, wilayah pesisir selatan Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga sebagian Jawa Tengah melaporkan merasakan getaran kuat. “Guncangan membuat kami terbangun dan bergegas keluar rumah. Ini pengalaman yang menegangkan,” ujar salah satu warga Pacitan kepada media lokal. (Wawancara langsung warga – kanalindonesia.com)

Saatnya kita Membuka Pintu Rezeki dalam 30 Hari – Menata Batin, Menyelaraskan Hidup, dan Membiarkan Rezeki Mengalir

Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital

Lantas Bagaimana Catatan Aktivitas Seismik di Pacitan

Wilayah Pacitan dan pesisir selatan Jawa Timur dikenal sebagai daerah dengan aktivitas gempa yang relatif tinggi. Data rekaman BMKG menunjukkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, wilayah ini mengalami beberapa kejadian gempa kecil hingga menengah, termasuk gempa magnitudo 5,5 yang terjadi pada 27 Januari 2026 yang juga dirasakan di beberapa daerah sekitarnya namun dinyatakan tidak berpotensi tsunami oleh BMKG.

Dalam catatan BPBD Pacitan, sepanjang Januari 2026 tercatat puluhan kejadian gempa dengan skala kecil hingga sedang yang dirasakan masyarakat. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan signifikan, catatan tersebut menunjukkan tingginya aktivitas seismik di zona selatan Jawa.

Bagaimana Faktor Geologi dan Potensi Masa Depan

Menurut para ahli geologi dan data dari BMKG, posisi Pacitan yang berada di dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia menjadikan kawasan ini rentan terhadap guncangan gempa tektonik. Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia memicu tekanan yang dilepaskan secara berkala berupa gempa bumi. Aktivitas “megathrust” semacam ini juga menyimpan potensi untuk gempa yang lebih besar di masa depan, sehingga pemantauan dan kesiapsiagaan terus digalakkan oleh pemerintah dan lembaga terkait.

Respons Pemerintah dan Mitigasi

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur TNI/Polri terus berkoordinasi untuk memastikan situasi aman dan memberikan informasi kepada masyarakat. Imbauan untuk tetap tenang, memperhatikan jalur evakuasi, dan mengandalkan informasi dari kanal resmi BMKG terus digaungkan untuk meminimalisir kepanikan. Hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa atau kerusakan berarti akibat gempa ini.

Peristiwa gempa Pacitan magnitudo 6,4 pada 6 Februari 2026 merupakan contoh nyata dinamika geologi aktif di selatan Jawa. Meskipun tidak menimbulkan tsunami dan dampak fisik besar, gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi dari BMKG dan meningkatkan kesadaran mitigasi risiko.

Saatnya kita Membuka Pintu Rezeki dalam 30 Hari – Menata Batin, Menyelaraskan Hidup, dan Membiarkan Rezeki Mengalir

Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital
Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital
admin

admin

Penulis di Suara Rakyat Masa Depan

Semua Artikel

Tinggalkan Komentar