<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>canva | Suara Rakyat Masa Depan</title>
	<atom:link href="https://pikiranrakyat.digital/tag/canva/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pikiranrakyat.digital</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 23:40:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Mengenal Model Bisnis BAZNAS Kota Bogor Lewat Pendekatan Business Model Canvas</title>
		<link>https://pikiranrakyat.digital/ekonomi/mengenal-model-bisnis-baznas-kota-bogor-lewat-pendekatan-business-model-canvas/</link>
					<comments>https://pikiranrakyat.digital/ekonomi/mengenal-model-bisnis-baznas-kota-bogor-lewat-pendekatan-business-model-canvas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 23:38:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Baznaz]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[BUSINESS MODEL CANVAS]]></category>
		<category><![CDATA[canva]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pikiranrakyat.digital/?p=1861</guid>

					<description><![CDATA[Peneliti dari Universitas Darunnajah Jakarta mengupas strategi pengelolaan zakat BAZNAS Kota Bogor menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC) sebuah pendekatan…]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peneliti dari Universitas Darunnajah Jakarta mengupas strategi pengelolaan zakat BAZNAS Kota Bogor menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC) sebuah pendekatan modern yang selama ini lazim digunakan perusahaan berbasis profit.</strong></p><p><strong>Bogor</strong> — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor kembali menjadi sorotan akademis. Muhammad Kubaisi Abdul Karim, mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Darunnajah Jakarta, melakukan kajian mendalam terhadap model bisnis lembaga pengelola zakat tersebut menggunakan pendekatan <em>Business Model Canvas</em> (BMC).</p><p>Kajian ini menunjukkan bahwa lembaga nirlaba berbasis syariah pun dapat dianalisis dengan alat manajemen modern dan hasilnya justru membuka pemahaman baru tentang bagaimana BAZNAS Kota Bogor menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai bagi masyarakat.</p><h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Business Model Canvas?</h2><p>Mengacu pada pemikiran Osterwalder dan Vigneur (2016), <em>Business Model Canvas</em> adalah kerangka berpikir yang menggambarkan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Model ini terdiri dari <strong>9 blok bangunan</strong> yang mencakup empat bidang utama: pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelangsungan finansial.</p><p>&#8220;Model bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang ditetapkan melalui struktur organisasi, proses, dan sistem,&#8221; tulis Kubaisi dalam kajiannya, yang dilakukan langsung melalui wawancara di ruang komisioner BAZNAS Kota Bogor.</p><h2 class="wp-block-heading">Segmen Pelanggan: Muzakki dan Mustahik</h2><p>BAZNAS Kota Bogor membagi segmen pelanggannya menjadi dua kelompok utama.</p><p><strong>Muzakki</strong> adalah individu atau badan usaha milik muslim yang berkewajiban menunaikan zakat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999. Mereka adalah pihak yang menyetorkan dana kepada BAZNAS.</p><p><strong>Mustahik</strong> adalah mereka yang berhak menerima zakat mulai dari fakir miskin, amil, hingga golongan lain yang ditetapkan syariat. BAZNAS Kota Bogor tidak hanya menghimpun dana dari muzakki, tetapi juga aktif mendata para mustahik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor.</p><h2 class="wp-block-heading">Proposisi Nilai: Amanah, Transparan, Profesional</h2><p>Sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS Kota Bogor membangun kepercayaan melalui enam proposisi nilai utama: <strong>memakmurkan, mensejahterakan, dipercaya, amanah, transparan,</strong> dan <strong>profesional</strong>. Keenam nilai ini menjadi pondasi dalam setiap program dan layanan yang diberikan kepada muzakki maupun mustahik.</p><h2 class="wp-block-heading">Saluran Distribusi: Relawan dan Unit Pelayanan Zakat</h2><p>BAZNAS Kota Bogor mengandalkan dua saluran utama dalam menjangkau masyarakat. Pertama, <strong>relawan muda</strong> yang bertugas membantu operasional staf BAZNAS di lapangan. Kedua, <strong>Unit Pelayanan Zakat (UPZ)</strong> kepanjangan tangan BAZNAS yang tersebar di masjid, mushola, dan kantor-kantor dinas se-Kota Bogor. UPZ berfungsi sebagai titik pengumpulan zakat yang mendekatkan layanan kepada masyarakat.</p><h2 class="wp-block-heading">Hubungan Pelanggan</h2><p>Dalam blok ini, BAZNAS Kota Bogor membangun relasi yang bervariasi mulai dari pendekatan personal kepada muzakki besar, hingga komunikasi sistematis kepada mustahik melalui program-program terstruktur.</p><h2 class="wp-block-heading">Arus Pendapatan: Zakat, Infak, dan CSR</h2><p>Pendapatan BAZNAS Kota Bogor bersumber dari tiga komponen utama.</p><p><strong>Zakat</strong> mencakup Zakat Mal Perorangan, Zakat Mal Badan, Zakat Mal via UPZ, Zakat Fitrah, dan Zakat Fitrah via UPZ. <strong>Infak dan sedekah</strong> menjadi sumber kedua yang bersifat sukarela dan tidak terbatas waktu. Adapun <strong>Corporate Social Responsibility (CSR)</strong> dari perusahaan-perusahaan di Kota Bogor turut memperkuat kapasitas pendanaan BAZNAS untuk program-program sosial.</p><p>Baca Juga <a href="https://pikiranrakyat.digital/ruang-mahasiswa/business-model-canvas-badan-amil-zakat-nasional-kota-bogor/">Business Model Canvas Badan Amil Zakat Nasional Kota Bogor</a></p><h2 class="wp-block-heading">Sumber Daya Utama</h2><p>Aset operasional BAZNAS Kota Bogor mencakup tiga sumber daya kunci: <strong>kantor layanan</strong> sebagai pusat administrasi, <strong>Klinik Ibnu Sina</strong> sebagai layanan kesehatan bagi mustahik, serta <strong>armada kendaraan</strong> berupa ambulans dan mobil jenazah untuk layanan darurat masyarakat.</p><h2 class="wp-block-heading">Aktivitas Kunci: Himpun, Distribusi, Berdayakan</h2><p>Tiga aktivitas inti BAZNAS Kota Bogor adalah <strong>menghimpun</strong> dana ZIS dari muzakki sekaligus mendata para mustahik; <strong>mendistribusikan</strong> dana tersebut kepada yang berhak melalui program-program terstandar dari BAZNAS Pusat yang diadaptasi untuk konteks Kota Bogor; serta <strong>mendayagunakan</strong> seluruh pemangku kepentingan terutama relawan sebagai ujung tombak penyampaian nilai.</p><p>Selain itu, <strong>pendidikan dan pelatihan</strong> juga menjadi aktivitas kunci, baik untuk peningkatan kapasitas staf dan relawan, maupun pembekalan keterampilan wirausaha bagi mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi.</p><h2 class="wp-block-heading">Kemitraan Utama</h2><p>BAZNAS Kota Bogor membangun aliansi strategis dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan model operasionalnya, mengurangi risiko, dan memperluas jangkauan layanan. Kemitraan ini menjadi salah satu fondasi penting keberlanjutan lembaga.</p><p>Baca Juga <a href="https://pikiranrakyat.digital/ruang-mahasiswa/business-model-canvas-badan-amil-zakat-nasional-kota-bogor/">Business Model Canvas Badan Amil Zakat Nasional Kota Bogor</a></p><h2 class="wp-block-heading">Struktur Biaya</h2><p>Operasional BAZNAS Kota Bogor ditopang oleh berbagai komponen biaya, antara lain belanja pegawai (gaji dan tunjangan pimpinan), biaya publikasi dan dokumentasi, biaya perjalanan dinas, beban administrasi umum, beban penyusutan aset, pengadaan aset tetap, biaya jasa pihak ketiga, serta pengeluaran operasional lainnya.</p><p>Kajian Muhammad Kubaisi Abdul Karim membuktikan bahwa kerangka <em>Business Model Canvas</em> tidak hanya relevan untuk perusahaan berorientasi profit, tetapi juga mampu membedah secara sistematis bagaimana lembaga zakat seperti BAZNAS Kota Bogor beroperasi dan menciptakan dampak sosial yang terukur.</p><p>Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga amil zakat lain di Indonesia dalam membenahi tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.</p><p>Penulis: Muhammad Kubaisi Abdul Karim — Mahasiswa Magister MPI, Universitas Darunnajah Jakarta</p><div class="asai-ad-wrap asai-device-all asai-lazy" data-ad-id="4" data-placement="after_post"><div class="asai-ad-inner"><figure class="asai-image-ad-wrap"><a href="https://wa.me/6285373530295?text=Halo,%20apakah%20slot%20iklan%20di%20PikiranRakyat.digital%20masih%20tersedia%3F%20Saya%20tidak%20ingin%20kehabisan" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="asai-image-ad-link" data-ad-id="4"><img src="https://pikiranrakyat.digital/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-19-at-22.55.16.jpeg" alt="Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital" width="728" height="90" class="asai-image-ad" data-ad-id="4" style="max-width:100%;height:auto;display:block;border:0"></a></figure></div></div><div class="asai-ad-wrap asai-device-all asai-lazy" data-ad-id="4" data-placement="after_post"><div class="asai-ad-inner"><figure class="asai-image-ad-wrap"><a href="https://wa.me/6285373530295?text=Halo,%20apakah%20slot%20iklan%20di%20PikiranRakyat.digital%20masih%20tersedia%3F%20Saya%20tidak%20ingin%20kehabisan" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="asai-image-ad-link" data-ad-id="4"><img src="https://pikiranrakyat.digital/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-19-at-22.55.16.jpeg" alt="Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital" width="728" height="90" class="asai-image-ad" data-ad-id="4" style="max-width:100%;height:auto;display:block;border:0"></a></figure></div></div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pikiranrakyat.digital/ekonomi/mengenal-model-bisnis-baznas-kota-bogor-lewat-pendekatan-business-model-canvas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
