<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bertahan hidup | Suara Rakyat Masa Depan</title>
	<atom:link href="https://pikiranrakyat.digital/tag/bertahan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pikiranrakyat.digital</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2026 06:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Hampir Mendekati 17 Ribu, Ini Dia Wilayah RI yang Tidak Menggunakan Rupiah Dalam Transaksinya</title>
		<link>https://pikiranrakyat.digital/nasional/wilayah-yang-tidak-menggunakan-rupiah-dalam-transaksinya/</link>
					<comments>https://pikiranrakyat.digital/nasional/wilayah-yang-tidak-menggunakan-rupiah-dalam-transaksinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 06:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barter]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya lokal]]></category>
		<category><![CDATA[flores]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pikiranrakyat.digital/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[Dengan hampir mendekati 17 ribu pulau, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki satu mata uang resmi,…]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan <strong>hampir mendekati 17 ribu pulau</strong>, Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki satu mata uang resmi, yakni Rupiah. Namun, di sejumlah wilayah tertentu—terutama daerah perbatasan dan komunitas adat terpencil penggunaan Rupiah tidak selalu menjadi alat transaksi utama. Faktor geografis, budaya, hingga kemandirian ekonomi lokal membuat sebagian masyarakat menggunakan mata uang asing atau bahkan tidak menggunakan uang sama sekali.</p><p>Di wilayah perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, seperti Kabupaten Nunukan dan Entikong, Ringgit Malaysia kerap digunakan dalam transaksi sehari-hari. Kedekatan jarak dengan pusat perdagangan di Sabah dan Sarawak membuat warga lebih mudah berbelanja ke negara tetangga. Kondisi serupa juga terjadi di perbatasan Papua dengan Papua Nugini, di mana mata uang Kina digunakan berdampingan dengan Rupiah dalam perdagangan tradisional lintas batas.</p><h2 class="wp-block-heading">Wilayah yang masih menggunakan sistem Barter</h2><p>Fenomena berbeda ditemukan di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di beberapa kampung adat terpencil seperti Desa Wae Rebo dan Kampung Bena sebagian aktivitas ekonomi masih berlangsung melalui <strong>sistem barter</strong>. Warga saling menukar hasil bumi seperti kopi, jagung, sayur, ternak, atau kerajinan tangan tanpa menggunakan uang tunai. Sistem ini bertahan karena kuatnya ikatan sosial, nilai gotong royong, serta kebutuhan yang relatif sederhana.</p><p>Peneliti sosial menilai praktik barter di komunitas adat Flores bukan semata karena keterisolasian, melainkan juga pilihan budaya. Kehidupan yang berbasis kebersamaan membuat masyarakat tidak terlalu bergantung pada ekonomi pasar. Banyak pengunjung dan peneliti mencatat bahwa warga di kampung adat tersebut hidup cukup sejahtera secara sosial, memiliki ketahanan pangan lokal, serta tingkat konflik yang rendah.</p><p>Menurut Bank Indonesia, Rupiah tetap merupakan satu-satunya alat pembayaran sah di wilayah NKRI. Namun, BI mengakui bahwa di daerah terpencil dan adat, praktik ekonomi tradisional masih berlangsung selama tidak bertentangan dengan hukum. Pemerintah juga terus mendorong inklusi keuangan melalui pembangunan infrastruktur, layanan perbankan, dan distribusi uang tunai hingga ke pelosok.</p><p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wilayah perdesaan di Indonesia masih memiliki tingkat ekonomi subsisten yang cukup tinggi, di mana sebagian kebutuhan dipenuhi dari produksi sendiri atau pertukaran non-tunai. Hal ini terutama terjadi di daerah pegunungan, pulau terpencil, dan komunitas adat.</p><p>meskipun Rupiah adalah simbol kedaulatan ekonomi Indonesia, realitas di lapangan menunjukkan adanya keragaman sistem transaksi. Di perbatasan, mata uang asing digunakan karena faktor kedekatan ekonomi, sementara di Flores, barter bertahan karena nilai budaya dan kemandirian lokal. Ke depan, pembangunan yang inklusif diharapkan mampu memperkuat penggunaan Rupiah tanpa menghilangkan kearifan lokal masyarakat.</p><p>Cek Info Lengkapnya <a href="https://youtube.com/shorts/7a399riAoAU?si=Ee2BQWpa3cDwhPpr">Disini</a></p><p>Saatnya kita <a href="https://rajadigital.myscalev.com/p/membuka-pintu-rezeki-dalam-30-hari-menata-batin-menyelaraskan-hidup-dan-membiarkan-rezeki-mengalir?ref=AKSESGLOBAL9HS8G">Membuka Pintu Rezeki dalam 30 Hari &#8211; Menata Batin, Menyelaraskan Hidup, dan Membiarkan Rezeki Mengalir</a></p><p>Dan Sebelum Harga Naik Dapatkan Informasi Roadmap Work From Home<a href="http://aksesglobal.site/roadmap-work-from-home">Disini</a></p><div class="asai-ad-wrap asai-device-all asai-lazy" data-ad-id="4" data-placement="after_post"><div class="asai-ad-inner"><figure class="asai-image-ad-wrap"><a href="https://wa.me/6285373530295?text=Halo,%20apakah%20slot%20iklan%20di%20PikiranRakyat.digital%20masih%20tersedia%3F%20Saya%20tidak%20ingin%20kehabisan" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="asai-image-ad-link" data-ad-id="4"><img src="https://pikiranrakyat.digital/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-19-at-22.55.16.jpeg" alt="Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital" width="728" height="90" class="asai-image-ad" data-ad-id="4" style="max-width:100%;height:auto;display:block;border:0"></a></figure></div></div><div class="asai-ad-wrap asai-device-all asai-lazy" data-ad-id="4" data-placement="after_post"><div class="asai-ad-inner"><figure class="asai-image-ad-wrap"><a href="https://wa.me/6285373530295?text=Halo,%20apakah%20slot%20iklan%20di%20PikiranRakyat.digital%20masih%20tersedia%3F%20Saya%20tidak%20ingin%20kehabisan" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow" class="asai-image-ad-link" data-ad-id="4"><img src="https://pikiranrakyat.digital/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-19-at-22.55.16.jpeg" alt="Promosi Iklan Pikiranrakyat.digital" width="728" height="90" class="asai-image-ad" data-ad-id="4" style="max-width:100%;height:auto;display:block;border:0"></a></figure></div></div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pikiranrakyat.digital/nasional/wilayah-yang-tidak-menggunakan-rupiah-dalam-transaksinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
